Pare-dise ch. 1: The Intro

Pare. Mungkin hanya sedikit yang mengenal kota ini. Kota ini memang tidak terlalu terkenal, lokasinya saja berada di pedalaman suatu provinsi di Indonesia. Kotanya  cukup kecil sehingga hanya butuh sekitar satu jam untuk bersepeda dari ujung satu ke ujung lainnya. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan kita akan sangat jarang melihat pemandangan seperti gedung-gedung tinggi, mall apalagi toko-toko swalayan seperti Indomaret, Circle K, dan saudara sepupunya yang lain. Tapi, coba searching kata “Kampung Inggris Pare” di Google, maka kita akan mendapatkan banyak sekali hasil pencarian terkait hal tersebut.

Kampung Inggris? Apakah itu sebuah kampung yang penuh dengan bahasa Inggris? Apakah itu sebuah kampung yang seluruh penduduknya berasal dari luar negeri? Apakah mereka datang dari Inggris, Amerika, Australia, dan negara-negara lainnya? Jawabannya antara ya, dan tidak. Ya, ini adalah kampung yang penuh dengan bahasa Inggris. Ya, ada yang datang dari luar negeri yang datang ke sini (saya pernah ketemu dengan orang dari Timor Leste, Thailand, dan Afrika). Tidak, karena mereka tidak datang dan menetap disini.

Kampung Inggris adalah sebuah perkampungan yang terletak di Desa , Kabupaten Pare, Jawa Timur. Perkampungan ini dinamai Kampung Inggris karena terdapat lebih dari 120 lokasi kursus bahasa Inggris yang bisa kita pilih untuk belajar bahasa Inggris. Disini, ada berbagai macam program yang ditawarkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kita,yaitu:

  • Basic: Sama sekali belum bisa bahasa Inggris? Jangan khawatir, kita bisa ikut program Basic untuk mengenal bahasa Inggris dan membangun pondasi yang kuat yang bisa digunakan untuk mempelajari ilmu lainnya. Rata-rata hampir semua tempat kursus menyediakan program Basic ini.
  • Vocabulary: Jika kita ingin menambah perbehandaraan kata-kata bahasa Inggris kita, kita bisa ikut program ini. Disini kita akan diajarkan kata-kata apa saja yang digunakan dalam kondisi atau topik tertentu.
  • TOEFL: Apabila ingin meningkatkan skor TOEFL, kita bisa bergabung dengan program TOEFL atau program-program sejenis yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris kita.
  • Grammar: Sebuah program yang dibuat untuk meningkatkan kemampuan menyusun kalimat dalam bahasa Inggris dengan benar. Disini kita tidak hanya diajarkan bagaimana susunan kalimat yang benar, tapi juga struktur kalimat dan tenses dalam setiap kalimat yang ingin diungkapkan.
  • Pronunciation: Bagaimana cara mengucapkan kata determine? Apakah itu “determain”, “ditermain”, ataukah “ditermin”? Di program ini, kita akan diajari bagaimana mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris dengan lafal yang benar, termasuk perbedaan pengucapan dalam aksen British dan American.
  • Speaking: Ingin lancar cas-cis-cus bahasa Inggris? Kita bisa gabung di program Speaking. Terdapat berbagai macam tingkatan dalam program ini, yang rata-rata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris kita dengan struktur yang benar.
  • Public Speaking: Seringkali dikategorikan sebagai tingkat tertinggi belajar bahasa Inggris di Pare. Apa bedanya dengan program Speaking? Dalam Public Speaking, kita belajar cara berbicara di depan umum menggunakan bahasa Inggris yang terstruktur dan menarik. Kita tidak akan belajar tentang vocabulary, grammar, maupun pronunciation karena kita dianggap sudah mengerti hal-hal tersebut. Kita akan diajari tentang word stressing, gesture, dan hal-hal lainnya yang bisa membantu kita berbicara di depan orang banyak. Hanya ada beberapa tempat saja yang membuka program ini, diantaranya adalah Daffodils dan ELFAST.

Selain bisa belajar bahasa Inggris di tempat kursus yang kita pilih, kita juga bisa belajar bahasa Inggris di tempat kita menginap. Di Kampung Inggris, terdapat penginapan atau biasa disebut dengan Camp yang mewajibkan penghuninya menggunakan bahasa Inggris 100%. Beberapa camp dikelola tempat kursus, dan beberapa lagi milik pribadi. Keuntungan apabila kita tinggal di dalam camp adalah kita bisa ikut program-program tambahan yang disediakan oleh camp pada pagi (setelah subuh) dan malam hari. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan lebih banyak ilmu untuk dipelajari daripada hanya di kelas saja. Tentu saja, itu semua kembali pada niat dan kesungguhan kita untuk belajar. Tapi kalau ingin menginap di tempat yang tidak menerapkan aturan 100% bahasa Inggris, masih terdapat banyak tempat kos yang dapat kita pilih sebagai tempat menginap.

Sebelum kita memutuskan berangkat ke Kampung Inggris atau tidak, saya ingin meluruskan beberapa hal. Dalam beberapa situs dan blog yang menulis tentang Kampung Inggris, mereka menyatakan bahwa semua orang di sini bisa berbahasa Inggris dan kita harus menggunakan bahasa Inggris dimanapun, termasuk ketika akan beli bakso ataupun beli di penjual keliling. Kenyataannya, itu adalah sebuah hal yang dilebih-lebihkan. Memang kita diharuskan menggunakan bahasa Inggris, tapi biasanya hanya sebatas di tempat kursus saja. Jika kita ingin beli sesuatu di luar tempat kursus, kita bisa menggunakan bahasa Indonesia.

Sepertinya sekian dulu untuk pengenalan Kampung Inggris, berikutnya saya akan menulis tentang tempat kursus dan tempat makan yang enak tapi murah.:mrgreen:

About Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
This entry was posted in Live Journal, My Interest and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pare-dise ch. 1: The Intro

  1. HQm says:

    wo… baru update lagi ternyata

  2. Reinhart says:

    Hahaha…. udah gatel pingin nulis lagi…:mrgreen:

  3. Pingback: Pare-dise ch. 2: The Course | Extension of My Life

  4. WOeeeeeeeeeeeeeeeee… pedalaman? Nggak juga kali, ndu (fish_hit)
    oh ya, Pare masih bagian dari Kab. Kediri lhooooooooooooooooooooooooooooo

    btw “Sepertinya sekian dulu untuk pengenalan Kampung Inggris, berikutnya saya akan menulis tentang tempat kursus dan tempat makan yang enak tapi murah.” ——-> MANAAAAA???? sekarang september 2013 mau abis, belon ada update!!

  5. Reinhart says:

    lha kan itu sudah ada yang chapter 2😛
    *dibuka lagi setahun kemudian*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s