Arti Sebuah Perjuangan dan Teroris

Tak terasa sudah menginjak bulan November. Bulan dimana kita akan memperingati sebuah hari yang sangat historis, Hari Pahlawan. Hari dimana kita memperingati dan seharusnya merenungkan makna perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam memperjuangkan negara ini keluar dari cengkeraman penjajah, sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan kita.

Sebelum menginjak bahasan yang lebih jauh, ada baiknya kita mengaji ulang, apa sih yang dimaksud dengan perjuangan, itu? Perjuangan, sedangkal yang saya ketahui, adalah usaha-usaha yang dilakukan oleh seseorang/kelompok dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai, dengan seluruh kemampuannya. Mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Sedangkan pejuang adalah seorang yang melakukan dan mengamalkan perjuangan dalam hidupnya.

Menjelang Hari Pahlawan, masih ada beberapa dari kita yang beranggapan bahwa kita nantinya akan memperingati perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Hanya memperingati, mengingat. Kalau sudah selesai peringatannya, ya sudah. Dilupakan. Kembali ke kebiasaan lama.

Ya, disini kita tidak dituntut untuk sekadar mengingatnya, tapi juga melakukan tindakan dan membiasakannya. Itu karena ingatan bukanlah sesuatu yang abadi. Ingatan mudah dihapus apabila ada ingatan lain yang lebih kuat. Tetapi apabila kita terbiasa mengamalkannya dalam kehidupan kita, maka secara naluriah kita akan terus melakukannya.😉

Contohnya begini, Anda baru saja belajar bagaimana cara menulis yang baik. Banyak sekali buku dan literatur yang membahas bagaimana kaidah penulisan yang baik dan benar, cara membuat makalah, cara membuat skripsi, dan masih banyak lagi. Anda membaca semua hal itu dan mengingatnya dengan baik, tanpa dipraktekkan. Ketika tiba saatnya Anda diberi tugas menulis, Anda gelagapan karena belum terbiasa menulis dengan bahasa yang baku namun enak dibaca.😛

Kembali ke soal perjuangan tadi, kita juga perlu membiasakan diri untuk berjuang dan menjadi pejuang. Berjuang disini tidak harus memegang senjata, turun ke jalan, dan menantang setiap orang yang Anda temui. Berjuang bisa lewat banyak cara, tidak terbatas pada satu-dua cara saja. Bisa lewat belajar, mengajar, menulis, apa saja.

Akan tetapi, ternyata masih ada orang yang salah kaprah tentang makna perjuangan. Para pelaku bom Bali adalah salah satunya. Mereka berpendapat bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah jihad, perjuangan di jalan Allah. Mereka menganggap bahwa orang yang tidak sesuai dengan ajaran mereka adalah kafir dan harus dilenyapkan dari Indonesia. Para turis asing yang datang ke Indonesia pun tak luput dari sebutan ini. Tetapi kenyataannya, mereka sudah membunuh lebih banyak orang-orang sipil yang tak bersalah. Hal ini bukan berarti, jika mereka berhasil memenuhi target maka ‘perjuangan’ mereka bisa dikatakan berhasil.

Belum lama ini kita disuguhi tentang eksekusi tiga terpidana mati bom bali, Amrozi, Muklas, serta Imam Samudra. Konon, sebelum meninggal, salah satu dari mereka menulis surat wasiat agar ada orang yang meneruskan jihad mereka. Disini, kata jihad sudah keluar dari jalur yang semestinya. Menurut beberapa ulama, jihad adalah berjuang sekuat tenaga demi Allah, dan bermanfaat bagi umat manusia. Nah, melakukan pengeboman sepertinya tidak termasuk kedua hal tersebut.

Sampai disini, kita bisa melihat bahwa nilai-nilai perjuangan sudah melenceng jauh dari apa yang sudah dilakukan para pahlawan. Entah apakah itu karena kita hanya diajarkan tentang cara mengingat tapi bukan mengamalkan atau tidak, tapi sudah saatnya kita merenungkan dan mulai mengamalkan perjuangan dalam hidup kita.

Selamat malam, kisanak. Sudahkah Anda menjadi seorang pejuang?🙂

About Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
This entry was posted in My Interest, My Thoughts and tagged , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Arti Sebuah Perjuangan dan Teroris

  1. det says:

    perlu memahami lebih jauh makna jihad dan berjuang. selamat hari pahlawan. sudahkah ki sanak meneruskan perjuangan mereka?😉

  2. fantasyforever says:

    Sudahkah kita menjadi pejuang? Sudah, pasti, dan harus.:mrgreen:

  3. ecchan says:

    yah..
    yang pasti kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan kerja keras..

    dan dimulai dari diri sendiri.. okey😉

  4. @ det
    Sudah. Buktinya saya bisa masuk ke kampus perjuangan.

    @ fantasyforever
    Ohoho… benar sekali itu.:mrgreen:

    @ ecchan
    Mulai dari diri sendiri. Mulai dari yang terkecil. Mulai dari sekarang.🙂

  5. ndop says:

    JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU!!

  6. Cynanthia says:

    Mungkin kita tidak bisa seperti para pahlawan kita yang telah tiada, tapi kita bisa menghargai kerja keras mereka semua mulai dari diri sendiri, dari hal-hal yang kecil namun berguna.😀

    …Soal Amrozi dkk. sih… wallahualam. Mungkin di mata kita mereka salah, mungkin juga ada hal-hal lain yang tidak kita ketahui dibalik tindakan mereka. Tapi yah… siapa yang tahu?😉

  7. aRuL says:

    setiap orang berbeda persepsi mengenai makna pahlawan..
    bisa jadi kamu sudah jadi pahlawan saya😀 hehehe

  8. Perjuangan menurut saya adalah…
    Saat Surabaya digempur dengan rudal-rudal dari pesawat F/A-18 C Hornets, F-22 Raptors dan bomber B-2 Spirit, juga marine troopers yang menyerbu masuk lewat perairan Gresik.

    Untungnya pemerintah udah nyiapin bunker-bunker pengungsian di luar Surabaya… sementara itu saya dan beberapa sukarelawan bergerilya menggunakan peralatan tempur seadanya… AK-47 dan memanggul sebuah RPG rocket launcher, menghadapi tank-tank dan rentetan tembakan M-16 dan serbuan roket javelin milik musuh.

    *terinspirasi dari Call of Duty 4:mrgreen:

  9. fantasyforever says:

    @ghani, setuju. hehe.

    @pandu, mas, kemaren ada workshop di STIKOMP ikut ga?

  10. cK says:

    saya sedang berjuang untuk masa depan…😛

  11. @ ndop
    Wah, lagi puasa?
    *fallacy of confirming the conclusion*

    @ Cynanthia
    Jadi ingat sebuah iklan yang mengajak kita memungut sampah yang kita temui di jalan dan membuangnya di tempat sampah. Orang mungkin tidak sadar, bahwa tindakan sekecil itu bisa membuat bumi sedikitnya 50% lebih bersih dalam 5 tahun ke depan.

    Hmm… God Knows?😛

    @ aRuL
    Dan bisa saja mas Arul sudah jadi pahlawan bagi saya.

    @ ghani arasyid
    Saya masih suka dengan model perjuangan old-school, dimana ada dua kubu yang saling menggempur. Dan mungkin agar lebih menarik, ada rune user seperti di Suikoden.:mrgreen:
    *Suikoden Freak mode=on*

    @ fantasyforever
    Ikut. Kamu nggak ikut?

    @ cK
    Kalau sudah dapat hasilnya bagi ke saya, ya?😀
    *ngarep*

  12. aR_eRos says:

    Jihad. bukan kita yang menilai mereka bersalah atau tidak tapi Tuhan. semua tergantung niat. kita yang ‘dijajah’ amerika dan sekutunya seolah diam menerima nasib. sedangkan merekalah yang berani menantang dan melawan. ahh.. semua sayah kembalikan kehadiratMU ya ALLAH… benarkah mereka, salahkah mereka, hanya Engkau yang tahu

  13. aR_eRos says:

    permisi, numpang beken ya. nitip alamat blog yang baru http://www.ingateros.com. alamat’e sajah yang baru, kalo blognya tetep amburadul hehe. lebih beken lagi kalo di tempel ke blogroll hehe *ngarep* biar ikut beken juga.

  14. agunk agriza says:

    amrozi dkk itu jihat ato ngga yah kira2?
    sudah bnarkah mreka mmaknai arti perjuangan jihat? wew.
    hhi

  15. aeredoks says:

    bener,,,
    jihad iz berjuang demi Allah SWT, begaeimanapun caranya asalkan “BERMANFAAT” (dlm lingkup POSITIVE,bermanfaat bagi diri sndiri ato org laen)..
    semua yg kita lakukan adalah JIHAD, jika yg kita lakukan diniatkan untuk IBADAH..
    so, sudahkah anda berJIHAD dengan mengucapkan Bismallah saat melakukan sesuatu yg tdk munkar??

    -tumbengwngomonggini->:D<

  16. Bang Bajaj says:

    Assalamualaikum….

    Masih banyak kok cara Jihad yang lainnya. Hanya jihad yang mereka lakukan itu salah pada tempat, target, waktu dan kondisi. lha wong, uwong ga salah opo-opo di buom. piye to iki

    salam kenal ya, Bang Bajaj lagi jalan-jalan ini. dicatet ya plat nomornya.

    http://blognya-bang-bajaj.blogspot.com

  17. str★nger。 says:

    Well.. Allahu Alam. Memang rumit ye?
    Hhm..

    Saya merasa belum memperjuangkan apapun yg berguna untuk orang lain.

    He mas. Tau ga ? Aku fansnya mas ndu lho.
    Q pgen suatu saat bisa nulis dgn bahasa baku namun tetap enteng di baca kyk mas ndu ><

  18. wew ya apakah kita sendiri sudah berjuang? wkwkwk pas banget saya juga lagi berjuang untuk segera lulus…

  19. shei says:

    Selamat malam, kisanak. Sudahkah Anda menjadi seorang pejuang? kayak blognya sapa yaa??😛

  20. grace says:

    saya juga lagi berjuang nih..berjuang demi mendapatkan nilai2 bagus yang kayanya ga mungkin buanget…
    tapi tetep semangat!
    btw, pandu berjuang juga ga??

  21. Begini saja, anda berangkat sekolah/kuliah/kerja itu sudah jihad, dan kalau anda meninggal dikala itu namanya mati syahid. Karena niatnya itu baik dan mulia (Kalau pergi kesananya bener lho)

    Jika niatnya saja sudah mau ngebunuh? Laen cerita, apakah dia musuh? pernah nyakitin keluarga? Kalau nggak, gak ada alasan logis buat ngebunuh

    Orang Barat telah menyiksa umat islam? Begini saja, jika ada orang Indonesia ketahuan nyolong di pasar di negara lain, apa semua orang Indonesia bisa diperlakukan sebagai pencuri?

    Dan, Jihad disini juga terlalu berhubungan dengan Sorban, Jenggot, Gamis, Tasbih, dan sebangsanya. Lihat saja embel2nya, mereka tidaklah lebih dari pembunuh berkedok orang2 “Islam”

    Trims

  22. @ aR_eRos

    kita yang ‘dijajah’ amerika dan sekutunya seolah diam menerima nasib. sedangkan merekalah yang berani menantang dan melawan.

    Indonesia tidak diam begitu saja, kok. Saya juga nggak suka kalau kita terus menerus diatur Amerika, terutama dalam bidang kurs.

    Tapi yang jelas tidak melawan dengan cara kekerasan.

    @ agunk agriza
    Kalau Anda tanya pendapat saya sih: Tidak. Mereka tidak sedang berjihad, mereka hanya pembunuh yang menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.

    @ aeredoks
    Yup, betul itu.:mrgreen:

    @ Bang Bajaj
    Lha makanya ituuu… Kok masih ada yang mendukung mereka?😆

    BTW, salam kenal juga.🙂

    @ str★nger。

    He mas. Tau ga ? Aku fansnya mas ndu lho.
    Q pgen suatu saat bisa nulis dgn bahasa baku namun tetap enteng di baca kyk mas ndu ><

    Just be yours… just be yours…
    Pokoknya nulis aja yang kamu suka. Well, kalau sering nulis dengan bahasa baku sih keuntungannya sudah terbiasa pas ada tugas menulis.😛

    @ nico kurnianto, grace
    Ehehe… saya juga sedang berjuang dapat nilai bagus, nih.

    @ Strife Leonhart
    Silakan… silakan…

    @ shei
    Oho, Ndoro-holic?:mrgreen:

    @ Adriano Minami
    Katanya orang-orang tua sih semua berasal dari niat.😕

    Orang Barat telah menyiksa umat islam? Begini saja, jika ada orang Indonesia ketahuan nyolong di pasar di negara lain, apa semua orang Indonesia bisa diperlakukan sebagai pencuri?

    Wah, jelas nggak bisa seperti itu. Kalau cuma satu oknum ya nggak bisa menganggap yang lain begitu juga. Ini kan bukan sinekdoke pars prototo.😛

    Dan, Jihad disini juga terlalu berhubungan dengan Sorban, Jenggot, Gamis, Tasbih, dan sebangsanya. Lihat saja embel2nya, mereka tidaklah lebih dari pembunuh berkedok orang2 “Islam”

    Hm… tanyakan kepada bapak-bapak bersorban atau berjenggot itu saja. Apakah jihad harus identik dengan jenggot, sorban, dan tasbih?😛

  23. Awan says:

    Munkin jg mereka yg ngeboom itu bukan org islam asli,yah paling cuma cari kambing gelap biar gak ada yg mau masuk islam lagi,atau munkn jg dilakukan oleh negara tetangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s