Muak

Masjid selalu menjadi tempat yang menyenangkan. Masjid selalu menjadi tempat yang paling sejuk. Setidaknya itulah gambaran saya tentang masjid selama ini, sayangnya tidak sore ini.

Saya dan beberapa teman lain yang baru saja menjalani kuliah TPB, sedang mengerjakan tugas di masjid kebanggaan warga ITS, Manarul Ilmi. Masjid ini terkenal sejuk karena semilir angin yang cukup nyaman. Saat itu saya sedang enak-enaknya mengerjakan tugas dengan meminjam laptop teman. Kebetulan, saya mengerjakan tugas di serambi utara, dan kebetulan juga lumayan banyak mahasiswa yang berada disana.

Saat waktu menunjukkan pukul 14.25, saya segera menyimpan tugas di flashdisk butut saya. Karena waktu sudah menunjukkan mendekati waktu sholat, saya segera menuju tempat wudhu. Sesudah berwudhu, saya kembali ke tempat semula dengan maksud akan mengambil tas. Tapi, apa yang saya lihat dan dengar disana benar-benar luar biasa. Di luar perkiraan saya.

Saat itu sudah adzan Ashar, lalu setelah adzan selesai, seorang bapak berbaju putih datang. Di luar dugaan, beliau memaki-maki dengan seenaknya para mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas. Dia bilang bahwa kalau mahasiswa-mahasiswa tersebut tidak sholat, mereka harus turun dari serambi. Tapi, kemudian ada seorang mahasiswa di masjid tersebut yang mengatakan bahwa dia non-muslim. Apa Anda semua tahu reaksi beliau? Beliau berteriak seperti ini dengan suara yang bisa meruntuhkan rektorat:

Ada non-muslim!! Ada non-muslim di masjid!!!

Geez, what’s this racial statement meant?
Sampai disini, ada dua permasalahan yang saya rasa sedikit… aneh.😕

Pertama, masalah mahasiswa yang tidak sholat harus turun dari serambi. Yang aneh disini adalah, serambi utara MMI yang saya tempati tadi cukup luas. Kira-kira seluas 7×20 meter. Jadi sangat tidak masuk akal kalau kegiatan yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa tersebut mengganggu orang yang sedang sholat, karena bagian dalam masjidnya cukup luas. Lagipula, mereka mahasiswa. Mereka pasti sudah tahu bahwa dilarang mengganggu orang yang sedang beribadah.😉

Memang, kalau sudah adzan sebaiknya kita segera sholat. Para mahasiswa disana juga sudah mengerti hal itu. Tapi tidak perlu dengan paksaan. Tidak perlu ada makian. Bayangkan bagaimana perasaan Anda saat sedang mengerjakan tugas atau sedang istirahat, kemudian ada orang yang sok agamis datang dan menyemprot Anda dengan berbagai teriakan dan makian.

Kedua, tentang si mahasiswa yang mengaku non-muslim. Kenapa memangnya? Apakah masjid itu sudah jadi hak istimewa orang-orang muslim saja? Apakah, selain muslim, masjid adalah tempat yang terlarang untuk didatangi? Now, this IS a serious matter.😕

Mahasiswa tersebut duduknya jauh dari para jamaah, kalau memang alasannya takut mengganggu. Mahasiswa tersebut tidak sedang bercanda atau ngobrol dengan temannya, dia sedang tekun mengerjakan tugas. Dia berada disana mungkin karena dia sedang menunggu jadwal kuliah selanjutnya yang kebetulan lokasinya berada di dekat masjid Manarul Ilmi. Apakah dia tidak boleh ikut beristirahat sambil mengerjakan tugas di masjid hanya karena dia non-muslim?

Yah, kejadian ini bukan pertama kali saya alami. Sebelumnya saya pernah mengalami kejadian serupa, dan yang jadi sasaran adalah saya dan beberapa teman satu jurusan. Saat itu sudah pukul 12.15, saya sedang mengerjakan tugas, yang karenanya kami jadi agak terlambat ikut sholat berjamaah. Saya dan beberapa teman saya melakukan sedikit diskusi saat mengerjakan tugas, tapi dengan suara rendah.

Di belakang saya, terdapat beberapa mahasiswa yang mengobrol dengan suara agak tinggi. Kemudian mereka pergi meninggalkan lokasi tanpa rasa bersalah, sehingga tinggal saya dan beberapa teman saya yang ada disana. Lalu datanglah seorang bapak, yang karena kekurangtahuannya, langsung membentak kami dan mengata-ngatai kami kafir karena menyangka kami yang ribut-ribut saat sholat.

Oke, kejadian pertama saya bisa maklum karena terjadi misunderstanding, tapi kejadian kedua sudah benar-benar tidak bisa saya terima. Ucapan yang sangat menyinggung, dan dikatakan dengan suara berapi-api.

Dia ini anggota FPI atau apa? Kok terlihat sekali anti terhadap yang namanya non-muslim.😛
*fallacy*

Setelah kejadian ini, image masjid sebagai tempat menyenangkan dan sejuk pun lenyap.

You know, guys? Saya muak dengan semua ini. Muak dengan segala kefanatikan yang berlebihan. Muak terhadap segala hal rasial ini.

MUAK.

About Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
This entry was posted in Live Journal, My Interest, My Thoughts and tagged , , , . Bookmark the permalink.

56 Responses to Muak

  1. Ah, muak. Menyebalkan. Dasar.😐

  2. luca says:

    setuju! saia juga muak…

  3. kucluk says:

    wa..
    mesti wonge rodok tuwek yo ndu

  4. ndop says:

    sampeyan moco fatehah sing akeh, moco sholawat sing akeh, ben wong-wong sing “sok suci” itu sadar terhadap apa yang dilakukannya…

    bahaya lo, orang yang mengafir-ngafirkan orang muslim lainnya, bisa-bisa dia sendiri yang kafir!!!

  5. Catshade says:

    Wah, berarti selama ini saya sudah mencemari beberapa mesjid dengan numpang kencing di WC-nya?😆

  6. Catshade says:

    Btw, CMIIW, tapi bukankah di zaman Nabi kalian, area mesjid itu adalah tempat (bahkan pusat?) kumpul-kumpul berbagai orang untuk rupa-rupa kegiatan (semacam alun-alun, begitu)?

  7. dnial says:

    Selamat Pandu!
    Setelah kamu bertemu dengan so-called penegak kebetulan, Now you offically enter the realm of ITS.

    Sebenarnya ada banyak hal lain terkait dengan SARA di God-Forsaken Kampus itu, tapi silahkan temukan sendiri. Anihow… kalo ngobrol jangan di Masjid, di kantin pusat saja, mumpung kamu masih TPB dan sering ke pusat, dan rasakan kemajemukan ITS. Masjid hanya untuk orang tertentu. Ingat itu!

    Hints : J**I, KA**I, dan khusus di kampusmu, K**I.

    *menunggu orang J**I komen di sini*

  8. tia says:

    kalo itu elo anggap sebuah tindakan anarkhis, kan tugas “pandu gilas anarkhi” buat memotori penggilasannya… err… pelurusannya😛😛

  9. angki says:

    Tanyakan pada bapak itu nDu: “Bapak ini Rektor Masjid hah???”

  10. syaorannatsume says:

    Saya baru mengalami satu kali tentang “non-muslim” yang diusir secara tidak mengenakkan dari Masjid SMA oleh anak ekskul Ri**a. Begitu saya tanya kenapa, mereka malah ngenjawab

    “Kita kan ga boleh masuk gereja! Mereka juga ga boleh dong masuk masjid!”

    Ga tahu deh dalilnya darimana, lagian kayaknya jawaban itu jawaban ga mikir.

    Mengomentari sang bapak itu, sepertinya dia lagi agak bad-mood.

  11. ManusiaSuper says:

    Sama seperti ketika kamu tidak boleh menyalahkan seisi hutan karena satu rumputnya membuatmu gatal.. Begitu juga kamu tidak bisa menghapuskan kesejukan masjid karena ‘kehangatan’ satu jemaahnya..

  12. Catshade says:

    Btw pandu (dan juga dnial), saya baru nyadar: Inikah respon kamu terhadap tantangan saya untuk bikin post tentang ITS yang senapas dengan apa yang telah dilakukan lemon terhadap ITB?🙄

    *menunggu serbuan senior dan alumni troll2 ITS*

    “Kita kan ga boleh masuk gereja! Mereka juga ga boleh dong masuk masjid!”

    Saya ndak pernah mendengar ada peraturan ini di gereja saya (Katolik). Cuma kalau nanti kami umumkan secara terbuka, malah dituduh Kristenisasi lagi.😕

  13. syaorannatsume says:

    @ Catschade

    Maaf dulu sebelumnya. Etto… Saya tidak bermaksud untuk ngapa-ngapain. Tapi,,,

    Saya bilang seperti itu untuk menunjukkan bahwa tidak-boleh-masuk-masjid-bagi-non-muslim itu salah. Karena tidak ada dalilnya. CMIIW. Cuma menunjukkan bahwa kefanatikan semata. Maaf bagi yang tersinggung.

    Sekali lagi, maaf.

  14. fantasyforever says:

    @catshade, maap, nonSARA, tapi di gereja saya biarpun orang non-kristen juga boleh masuk. Tidak ada larangan sama sekali dan tidak ada ketentuan sama sekali.

  15. Catshade says:

    @syaorannatusme:

    Huh? Memang nada komentar saya terdengar marah2? ^^; Ndak kok, saya hanya mau meluruskan kesalahpahaman ‘teman’ anda itu, bahwasanya setahu saya tidak ada peraturan semacam itu di kalangan umat kristen… bahkan kami justru mengajak orang non-kristen masuk Gereja😆

    @fantasyforever:

    So… Myth BUSTED?😀

  16. dansaja says:

    >”

    Setelah kejadian ini, image masjid sebagai tempat menyenangkan dan sejuk pun lenyap.

    ehemmm…
    Bagi siapa image masjid (sebagai tempat menyenangkan dan sejuk), hilang?
    [dari post di atas, saya simpulkan, image itu lenyap untuk anda].
    >”Kenapa image masjid sebagai tempat menyenangkan dan sejuk lenyap (bagi anda)?
    [karena kejadian itu? kejadian yang mana? oo0… karena teriakan orang berbaju putih itu ya?]
    >”Teriakan orang berbaju putih itu itu melenyapkan image (sebagai tempat menyenangkan dan sejuk)dari kepala anda. ya hanya dalam benak anda. Sebab, serambi masjid masih seperti semestinya luas dan lapang, dan angin pun datang smilir seraya berbisik, sejuk sekali.
    >”Jangan lenyapkan image masjid (sebagai tempat menyenangkan dan sejuk) hanya karena sikap orang berbaju putih itu. Tetaplah anda Sholat di mesjid itu. Bila anda merasa khawatir aksiden serupa terulang, sebaiknya anda dan kawan2 mengerjakan tugas tempat nyaman dengan penerangan dan pendingin yang memadai, yakni perpus jurusan.
    >”Rasa “Muak pada kefanatikan” jangan sampai membuat anda berpaling dari Tuhan dengan bersikap agnostik padanya. Kerjakan Sholat sebagaimana anda dahulu kanak-kanak menjalankannya. penuh Ikhlas dan tanpa beban.

    _dansaja_
    JKT

  17. Duh, mengingatkan saya akan peristiwa tidak mengenakkan zaman SMP dulu. Hate speech, Christianization issues, and whatnot.🙄 Bahaya sekali indoktrinisasi macam itu ke anak-anak SMP yang cenderung lugu dan polos (?), mbikin fanatisme ngga keruan aja.

    *kokjadicurhat*

    Di tempat saya bagaimana ya.:\

  18. str★nger。 says:

    Aku benci org yg membeda2kan agama?
    Mana orgnya?
    Tak saduk’e !
    *emosi*

  19. fantasyforever says:

    @Xaliber, kalo dampaknya ke anak SMP bahaya sekali. Efeknya bisa berlanjut.

    @stronger, sabar bos. Tapi saya setuju, benci sama orang yang membedakan agama.

  20. Duh, maaf baru sekarang nge-reply. Jarang dapat kesempatan blogging sih selama di asrama.

    @ K. geddoe
    Iya, sih, tapi tetep aja kaget. Mana dia ngomongnya sambil tereak-tereak gitu lagi.

    @ luca
    *tos*

    @ kucluk
    Iyo, dan jenggoten.

    @ ndop
    *berdo’a*
    Tapi sepertinya sudah meresap, tuh. Apa bisa disembuhkan?😕

    @ Catshade
    Silakan tanya bapak itu, kalau mampir ke ITS.🙂

    Btw, CMIIW, tapi bukankah di zaman Nabi kalian, area mesjid itu adalah tempat (bahkan pusat?) kumpul-kumpul berbagai orang untuk rupa-rupa kegiatan (semacam alun-alun, begitu)?

    Setahu saya masjid juga jadi pusat peradaban dulunya. Makanya desain arsitektur masjid jaman dulu lebih bagus dan megah dibanding rumah penduduk.

    Btw pandu (dan juga dnial), saya baru nyadar: Inikah respon kamu terhadap tantangan saya untuk bikin post tentang ITS yang senapas dengan apa yang telah dilakukan lemon terhadap ITB?🙄

    Lha, saya kan sudah bilang, kalau saya melihat ada yang nggak beres, akan langsung saya tulis.

    @ Goenawan Lee
    Nyem, juga…:mrgreen:

    @ Anang
    Kenapa, masbro?

    @ dnial
    Penegak kebetulan?😕

    Anihow… kalo ngobrol jangan di Masjid, di kantin pusat saja, mumpung kamu masih TPB dan sering ke pusat, dan rasakan kemajemukan ITS.

    Kalau pas istirahat antara TPB pertama (di Teknik Fisika) dan kedua (di Arsitektur) memang biasanya saya ke kantin pusat buat sarapan. Tapi kalau setelah TPB kedua, saya biasanya langsung ke masjid buat sholat dan setelah itu leyeh-leyeh.

    *menunggu orang J**I komen di sini*

    Ah?:mrgreen:

    @ tia
    Tapi gimana caranya? Menulis begini sepertinya sudah jadi usaha untuk meluruskan.

    @ angki
    Sepertinya sih… iya.:mrgreen:

  21. @ syaorannatsume
    Kebanyakan lihat pilem, mungkin?

    “Kita kan ga boleh masuk gereja! Mereka juga ga boleh dong masuk masjid!”

    Lha, terus kalau misalnya ada wisata sejarah ke katedral kuno atau tempat lain milik umat lain gimana? Masa ga boleh masuk juga?😆

    @ ManusiaSuper
    Ya… bukan sejuk fisik yang saya lihat, tapi sejuk dalam rohani. Saya masih tetap beribadah di situ, kok.

    @ dansaja

    ehemmm…
    Bagi siapa image masjid (sebagai tempat menyenangkan dan sejuk), hilang?
    [dari post di atas, saya simpulkan, image itu lenyap untuk anda]

    Memang, tapi cuma pada sore itu, lho. Bukan selamanya.

    ”Teriakan orang berbaju putih itu itu melenyapkan image (sebagai tempat menyenangkan dan sejuk)dari kepala anda. ya hanya dalam benak anda. Sebab, serambi masjid masih seperti semestinya luas dan lapang, dan angin pun datang smilir seraya berbisik, sejuk sekali.

    Seperti komentar saya untuk ManusiaSuper, sejuk bukan dalam artian jasmani, tapi sejuk dalam artian rohani. Kalau angin yang berhembus itu kan termasuk jasmani.🙂

    >”Jangan lenyapkan image masjid (sebagai tempat menyenangkan dan sejuk) hanya karena sikap orang berbaju putih itu. Tetaplah anda Sholat di mesjid itu. Bila anda merasa khawatir aksiden serupa terulang, sebaiknya anda dan kawan2 mengerjakan tugas tempat nyaman dengan penerangan dan pendingin yang memadai, yakni perpus jurusan.

    Lha, saya nggak bilang saya nggak akan sholat disana lagi, kan?😉

    Lagipula, saya jarang mengerjakan tugas di perpus jurusan, sering penuh. Saya lebih sering ke perpus pusat.

    >”Rasa “Muak pada kefanatikan” jangan sampai membuat anda berpaling dari Tuhan dengan bersikap agnostik padanya. Kerjakan Sholat sebagaimana anda dahulu kanak-kanak menjalankannya. penuh Ikhlas dan tanpa beban.

    Saya sholat memang nggak mengharapkan apa-apa, kok.:mrgreen:

    @ Xaliber von Reginhild
    Itu kan termasuk jenis kaderisasi (?) sejak dini.:mrgreen:

    @ str★nger。
    Orangnya di ITS, silakan kesini dan temukan orang yang tepat. ^^

  22. Abeeayang™ says:

    *mendekatkan diri padaNya*

  23. Ga ada larangan kok non muslim masuk ke masjid. Apalagi kalo kayak kejadian di atas, kan lagi belajar bareng temen-temennya, tujuannya jelas, ga ngeganggu dan ngerusak toh. Masjid-masjid terkenal aja banyak dikunjungin turis, kan. Setauku yah… yang ga boleh itu Masjidil Haram (At-Taubah: 28). Wallahu’alam ^^

    Kita kan ga boleh masuk gereja! Mereka juga ga boleh dong masuk masjid!

    Nyemm… kata siapa kita ga boleh masuk gereja? Asal tujuannya jelas juga, ga papa kok. Toh kita ga ikut peribadahan di sana, kan?

  24. Jadi kesel juga sama yang Bapak2 itu. Kesannya kayak ngajak orang2 pada rame2 ngusir…😦
    Bayangin aja, diteriakan kayak gitu di depan umum….

  25. grace says:

    kok kaya nya senada dgn postingan mbak ini somehow..
    terlepas dr masalah racial dan lainnya, ya mbok si bapak itu kalo mau ngingetin tu pake cara baik2 aja…

  26. Gyl says:

    Hmm.. berhati-hati dalam bersikap. Orang yang ekstrim pada suatu hal, berarti orang itu ekstrim terhadap hal yang berseberangan.

    Tidak tertutup pada ekstrimis, karena anti-ekstrimis itu berarti ekstrim terhadap pemahaman berseberangan dengan orang ekstrimis.

    Artinya pikirkan sendiri ndu😛

    Oke, saya tidak setujunya di cara memberitahunya.

    Tapi mengenai dalil non-muslim tidak boleh di masjid. Ada kok. Tapi ada penjelasannya. Penjelasannya kurang lebih karena mereka tidak pernah mandi junub.

    Orang yang dalam keadaan junub ( sudah tau kan artinya ? ) , tidak boleh di masjid. Cowok kali habis mimpi basah dan belum mandi junub, itu gak boleh ke masjid. Contoh lain yang gampang itu Cewek. Kalo lagi haid, gak boleh ke masjid, karena dalam keadaan junub.

    Junub itu terjadi karena terkena hadats besar, dengan contoh seperti diatas.

    Kurang lebih seperti itu penjelasannya. Kalo mau lebih jelas, tanya ustadz aja.

    Saran aja : lain kali tanya ustadz dulu ndu, biar jelas. Apalagi masalah dalil. Jangan emosi dulu😀

    O ya, berarti saya ini mewakili JMMI ya ? Hahaha.. gak usah disensor lah. Kita semua tau kok.

    O ya menanggapi semua agama itu sama… hmm, saya termasuk yang tidak setuju🙄 ah, tapi itu bahasan lain.

  27. Gyl says:

    Ada yang lupa, bukan berarti kalo non-muslim melakukan mandi junub boleh masuk masjid.

    Bukannya mau mendiskriminasi… tapi agamamu agamamu, agamaku agamaku. Kita punya aturan tersendiri dari setiap agama. Tidak sama.

    Itu aja, sekian penjelasan😉

  28. Agama = kepercayaan = faith
    Faith > believe > trust
    Sometimes faith > logic
    sometimes faith > tolerance
    so, much faith with no logic and tolerance results in WAR !

  29. Catshade says:

    @Dhani:

    Tapi faith nggak selalu sinonim dengan agama lho… Nasionalisme yang berlebihan atau superioritas ras menurut saya bisa dibilang faith juga, dan secara historis memang sudah banyak mengobarkan perang juga.

  30. @Catshade:
    Bukannya ada yang namanya civic religion?😛

    @Gyl:

    Tapi mengenai dalil non-muslim tidak boleh di masjid. Ada kok. Tapi ada penjelasannya. Penjelasannya kurang lebih karena mereka tidak pernah mandi junub.

    Bukannya kalau di serambinya aja ngga apa-apa ya?😕 CMIIW.

  31. shei says:

    Di tempat shei, Univ. Paramadina Jakarta lebih heboh.
    Masjid= Tempat nongkrong. Mungkin dari kacamata Pandu, dia jadi “pelaku” yang kemdian disuruh keluar oleh pihak mesjid ya?
    kalo saia jadi yang ‘pengen ngusir ‘ mereka gitu.
    Parah banget!
    Mereka berdiskusi, bergosip, ngapa-ngapain di mesjid termasuk wi-fi an, okelah, selama tidak mengganggu gak papa, tapi mempertimbangkan ukuran MUSALA yang tidak terlalu besar, suara sekecil apapun juga bisa nyaring kemana-mana disekitar tempat itu. Heran deh, pada bebal ya? ada orang solat gitu juga masih aja sibuk tereak2…
    rese abis..
    mungkin sikap dari pengurus mesjid Pandu mengantisipasi kejadian sperti itu, karena tidak semua bisa mengerti arti ‘di mesjid tanpa bersuara dan menghargai orang yang sedang beribadah’ seandaainya orang seperti itu ada di paramadina >_______<

  32. aR_eRos says:

    “generalisasi”
    itulah yang dilakukan bapak tsb. siapa sajah yang tidak sholat di anggap pengganggu yang bisa biasa nggosip, teriak2 atau apalah pas ada yang sholat. sehingga bapaknya menganggap sama, meski pandu and the gank cuma duduk2 ato ngerjain tugas.

    @shei: *cari linggis bantuin ngusir* xixixi

  33. aR_eRos says:

    MUAK !!!

    tau kenapa? au ahh sayah lagi muak sama pandu wkakakaka *piss*

  34. fantasyforever says:

    @catshade, maybe.🙂

  35. galihyonk says:

    Sabar sabar….

    orang sabar di sayang tuhan…:mrgreen:

  36. @catshade :

    yup, se7. Pokok’e faith iku rek kakehan yo welek,

  37. saKuZo says:

    Lha mas. ? Emg tu bapak sopo tho? Ko’ sotau gt.

    Stuju sma mbak rei. ! Ak g suka org yg membedakan agama gt.

  38. tu2t says:

    *speechless*

    yah.. gimana yah…
    sebel juga siyh ama orang kayak gituh..
    mengingat dulu sewaktu SMA saiyah selalu bersitegang ama anak2 SKI gara2 omongannya yang radikal..

    pokoknya urusan ini.. gak ikut2 komen degh..

    dan satu laghee…
    alangkah lebih indah kalau kita toleransi dan menghormati agama lain.. itu kan hak mereka.. ya nggak??😉

    karena dengan adanya sikap menghormati dan toleransi antar umat beragama ini, keluarga besarku jadi kompak..

    bukannya perbedaan itu indah? kita hanya perlu memaknainya dengan hati yang tenang😀

  39. Naruto says:

    @galihyonk

    andaikan banyak orang yang bersabar, pasti dunia ini akan tentram … ^_^

  40. Gyl says:

    @xaliber
    Wow.. ditanggapi😀

    Hehe sori. Gini.. itu dia. Masalah wilayah masjid. Terkadang gak jelas wilayahnya. Kalo di masjid yang di kampus saya itu sendiri, ada namanya serambi dan ruang utama.

    Kalo menurut saya sendiri, di serambi sebenarnya gak masalah. Karena pengalaman saya biasanya definisi gak boleh masuk itu biasanya ruang utama masjid.

    Dan sekali lagi, memang yang jadi masalah adalah cara menyampaikan😉

    Saya sendiri ada pengalaman seperti itu, dan saya pikir itu sangat tidak baik. Justru menjadi konflik berkepanjangan. Ya kayak gini ini

  41. Wah, menyangkut nama Manarul Ilmi nih😀

    Agak aneh juga kejadian yang sampeyan alami, saya saja 3 tahun di ITS ndak pernah mengalami hal di luar kelaziman tersebut.

    Menurut saya, apa yang dilakukan orang tersebut benar-benar tidak sesuai dengan cara berdakwah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

    Tapi dalam suatu kejadian pasti ada hikmahnya, cobalah berpikir postif… jangan emosi dalam menyikapi sesuatu. Apalagi masjid adalah rumah Allah, maka seharusnya di tempat tersebut yang lebih diutamakan adalah untuk ibadah, bukan kegiatan lainnya.

    Karena setiap muslim laki-laki sesungguhnya wajib shalat jama’ah apabila mendengarkan adzan. Berikut mungkin bisa dijadikan tips…

    http://ghaniarasyid.wordpress.com/2008/09/17/waktu-shalat-vs-jadwal-kuliah-dan-solusinya/

    Tentang larangan non-muslim memasuki masjid itu sama sekali tidak ada dalilnya, hal ini juga yang sempat saya dan teman saya alami di Masjid Rahmat, Kuta-Bali, di sela-sela kerja praktek di DSDP…

    http://fitrahfitri.wordpress.com/2008/08/06/

    Wallahu a’lam bish shawab…

  42. tituchio says:

    sabar ndu…
    orang kaya’ gitu emang bener-bener nyebelin
    aq sendiri juga pernah dimarah-marahin orang yang sama ga’ jelasnya gitu

    oiya numpang promo ni, di 2005 sekarang lagi banyak beredar project-project open source lho
    keren-keren, diantaranya
    * Air Putih
    * EasyCost
    * FuseE!
    * GledkAV!
    * Hanif
    * JBnet
    * K-Soft
    * Kandang Kambing
    * NOS!
    * ParkD
    * Purezilla

    list alamatnya ada di blognya bu Iin, dosen kita yang OK

    http://ai23.wordpress.com

  43. kejadian serupa juga pernah kutemui di masjid terbesar di Kalimantan Selatan… kejadiannya sih turis bule yg lagi foto2 dalam mesjid gitu

  44. just bryan says:

    Wah..aku kok baru denger y..
    Perasaan selama hampir satu setengah tahun di ITS gak ada kejadian seperti itu atau mungkin karena aku yang selalu sholat tepat waktu y..hehehe

    Allah sayang dengan hamba-hambanya..
    Mungkin Allah sedang mengingatkan kamu..
    Koreksi diri terlebih dahulu, jangan terburu-buru meluapkan emosi..

    Coment diatas bukan bermaksud menceramahi, hanya berpendapat..
    Peace ^^v..

  45. noinitial says:

    aku setuju kalo orang itu terlalu fanatik dan mudah emosi. hal yang kedua emang ga mencerminkan seorang muslim. Apalagi sampe mengkafirkan orang. Aku jadi kamu tak habisi tuh orang..

    Tapi tahukah kamu, aku kemarin juga sempat ngobrol2 dengan teman, dia lebih tahu islam timbangane aku..
    Kata dia, orang non-muslim emang ga boleh masuk masjid, kecuali dalam keadaan terhina..
    aku lupa hadisnya, tapi segera menyusul..
    orang non-muslim ga pernah mandi wajib kan? suci ga tuh? bukannya orang islam sndiri yang belum mandi wajib ga boleh masuk juga? rasialkah? I don’t think so..
    aturan itu berlaku untuk semua..

    terus kalo masjid itu udah ga nyaman? masak sih?emang sih aku juga pernah mengalami yang tidak menyenangkan. tapi hanya beberapa tuh. masih lebih banyak yang tetep bikin nyaman. yang biasanya bikin ga nyaman tuh pengurusnya yang sok… yang pengetahuannya kurang.. dan merasa paling benar. lagian aku jelas lebih banyak tahu tentang masjid dari kamu… pengalaman yang lebih tidak enak pernah kualami…
    sangat ga adil menurutku, jika kamu menulis di blogmu yang dibaca orang banyak di seluruh dunia tentang masjid yang tidak lagi nyaman hanya karena 2 kejadian… di tempat yang sama.. kalo kamu ga suka, kenapa ga hubungi mas Tanto dulu. dia kan pengurus di sana.
    Yang pasti aku “agak” ga terima dengan tulisanmu ini..
    Hakim, SMA 1 Sby

  46. @ Abeeayang™
    *ndusel-ndusel*

    @ Fairuz Azzahra
    Itulah, saya juga nggak setuju dengan caranya, meskipun niatnya bagus.

    @ grace

    Iya, baru nyadar kalau senada sama post-nya Kak Ma.😛

    @ Gyl

    Hmm.. berhati-hati dalam bersikap. Orang yang ekstrim pada suatu hal, berarti orang itu ekstrim terhadap hal yang berseberangan.

    Tidak tertutup pada ekstrimis, karena anti-ekstrimis itu berarti ekstrim terhadap pemahaman berseberangan dengan orang ekstrimis

    Dan bagaimana dengan orang-orang yang netral? Apakah jika mereka menentang suatu hal itu berarti mereka membela pihak lainnya?

    Di dunia ini, AFAIK, ada tiga unsur yang paling dominan: pro, kontra, dan netral.

    O ya, berarti saya ini mewakili JMMI ya ? Hahaha.. gak usah disensor lah. Kita semua tau kok.

    Ya… bagi orang-orang internal sih memang sudah tahu, tapi bagi orang lain? Makanya saya sensor.😉

    @ Dhani Aristyawan
    That’s it. But, everything, if it’s too much can cause troubles too.

    @ shei

    Mereka berdiskusi, bergosip, ngapa-ngapain di mesjid termasuk wi-fi an, okelah, selama tidak mengganggu gak papa, tapi mempertimbangkan ukuran MUSALA yang tidak terlalu besar, suara sekecil apapun juga bisa nyaring kemana-mana disekitar tempat itu.

    Hm… tapi WiFi di masjid saya dimatikan. Atau lebih tepatnya, tidak ada sinyal WiFi yang bisa menjangkau masjid ITS.

    mungkin sikap dari pengurus mesjid Pandu mengantisipasi kejadian sperti itu, karena tidak semua bisa mengerti arti ‘di mesjid tanpa bersuara dan menghargai orang yang sedang beribadah’

    Saya bukannya menolak maksud beliau. Saya hanya benci cara yang dia gunakan, tidak lebih.🙂

    @ aR_eRos
    Hm… mungkin. Tapi itu kan hasty generalization namanya.

    @ Muda Bentara
    Cuma masalah pengusiran umat lain yang di luar batas kewajaran, kok.😛

    @ dhanie-K
    Salam kenal juga… ^^

    @ galihyonk
    Bukannya orang sabar pantatnya lebar?😛
    *ditabok*

  47. @ saKuZo
    Makanya, sama kayak yang buat Rei, datang aja ke ITS langsung.

    @ tu2t
    Setuju.

    BTW, dengan bersikap begitu, mereka jadi agak terkesan… defensif. No offense, hanya saja, ini yang saya lihat dari pandangan mereka mengenai umat lain.

    @ Catshade
    Ohoho… perlakuan khusus?:mrgreen:

    @ ghani arasyid

    Tapi dalam suatu kejadian pasti ada hikmahnya, cobalah berpikir postif… jangan emosi dalam menyikapi sesuatu. Apalagi masjid adalah rumah Allah, maka seharusnya di tempat tersebut yang lebih diutamakan adalah untuk ibadah, bukan kegiatan lainnya.

    Hm… saya sih nggak emosi. Kayaknya yang emosi justru bapaknya, deh. Saya hanya sebal, padahal di masjid, tapi orang tersebut malah teriak-teriak seperti itu.

    Dia melarang orang lain untuk ramai, tapi dia sendiri malah teriak-teriak.😐

    Tapi dalam suatu kejadian pasti ada hikmahnya, cobalah berpikir postif… jangan emosi dalam menyikapi sesuatu. Apalagi masjid adalah rumah Allah, maka seharusnya di tempat tersebut yang lebih diutamakan adalah untuk ibadah, bukan kegiatan lainnya.

    Memang sih, tapi kalau pakai ngusir-usir segala ya saya nggak terlalu setuju. Toh mereka juga manusia, bukan hewan atau yang lainnya.

    @ tituchio
    Terima kasih infonya…🙂

    @ Strife Leonhart
    Diusir juga? Nyemm…😕

    @ just bryan
    Lha, kejadian pertama itu saya dengar dari jarak 10 meter, setelah baru saja berwudhu. Sedangkan kejadian yang saya alami sendiri itu saya sedang bersiap-siap sholat ketika datang orang yang seenaknya saja berteriak.

    @ noinitial

    Kata dia, orang non-muslim emang ga boleh masuk masjid, kecuali dalam keadaan terhina..

    Tapi… ini di serambi. S-E-R-A-M-B-I. Bukan ruang utamanya.

    orang non-muslim ga pernah mandi wajib kan? suci ga tuh? bukannya orang islam sndiri yang belum mandi wajib ga boleh masuk juga? rasialkah? I don’t think so..
    aturan itu berlaku untuk semua..

    Nah, itu, harusnya kita sadar kalau itu aturan universal.

    terus kalo masjid itu udah ga nyaman? masak sih?emang sih aku juga pernah mengalami yang tidak menyenangkan. tapi hanya beberapa tuh. masih lebih banyak yang tetep bikin nyaman. yang biasanya bikin ga nyaman tuh pengurusnya yang sok… yang pengetahuannya kurang.. dan merasa paling benar.

    Hei, saya sudah mengatakan di komentar sebelumnya: hanya pada saat itu saja. Jelas? Saya juga tidak menggeneralisasi bahwa semua masjid itu seperti itu, tidak.🙂

    lagian aku jelas lebih banyak tahu tentang masjid dari kamu… pengalaman yang lebih tidak enak pernah kualami…

    Hm? Kenapa tidak dibagi di sini pengalamannya? Pengalaman akan jauh lebih berharga kalau dibagi dengan orang lain, lho…:mrgreen:

    jika kamu menulis di blogmu yang dibaca orang banyak di seluruh dunia tentang masjid yang tidak lagi nyaman hanya karena 2 kejadian… di tempat yang sama.. kalo kamu ga suka, kenapa ga hubungi mas Tanto dulu. dia kan pengurus di sana.

    Karena ini:

    “Silence is worse; all truths that are kept silent becomes poisonous.”

    –Friedrich Wilhelm Nietzsche

    Lagipula, ini pengalaman saya. Dan justru dari sini saya dapat feedback bagus dari mentor saya saat kuliah.😉

  48. Novi~Atrix says:

    waduh…. harusnya mana boleh begitu😐 kalo saya pasti akan merasa muak juga kalo diperlakukan seperti itu

  49. yusahrizal says:

    Andaikan saia ada disana dan punya pengaruh besar maka saia akan teriak menjawab:

    “Mana yang non-muslim? Bawa dia, ikat erat tangan dan kakinya! Geletakan di mimbar masjid, sembelih! potong2 dan bagikan dagingnya buat sedekah. Sisakan tulangnya buat tusuk gigi saia.”

    Terlalu ekstrim ??? Bagimana kalau:

    “Mana yang non-muslim? Tangkap dan bawa ke kamar mandi! Suruh dia mandi wajib, kalau dia menolak kita mandikan dia!”

    Masih terlalu ekstrim ??? bagaimana kalau:

    Mana yang non-muslim? Ngapain dia ada di serambi? Tangkap dan bawa ke depan mimbar! Suruh dia duduk disana sepuasnya! Supaya dia jera dan merasakan bagaimana rasanya duduk di depan mimbar mesjid!”

  50. yusahrizal says:

    Kalau baca tulisan di:
    http://fitrahfitri.wordpress.com/2008/08/06/may-the-kuffaar-entering-the-masjid%E2%80%A6/#more-271

    bisa dipastikan anak yang diteriaki itu tidak akan masuk Islam, malah cukup beruntung jika seandainya dia tidak sampai benci sama agama Islam. Saya cukup bersyukur menjadi muslim karena Tauhid (baca: pemaham sendiri) bukan karena melihat tingkah laku umat muslim disekitar dan ikut-ikutan. Kalau terjadi sebaliknya, kemungkinan besar bukan cuma rasa muak yang akan saya rasakan.

    silahkan baca pengalaman anak ITB (hehehe.. bukan bermaksud ngadu ITB sama ITS nih):
    http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/islamisasi-vs-kristenisasi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s