Pengalaman Pertama, Pilkada, dan Black Campaign

Hari ini, sekitar 29 juta masyarakat Jawa Timur melaksanakan pilkada yang bertujuan memilih gubernur dan calon gubernur periode 2008-2013. Masyarakat bebas memilih dari 5 calon yang tersedia: Khofifah I.P. – Mudjiono (KaJi) yang didukung PPP dan parpol nonparlemen; Sutjipto – Ridwan Hisjam (SR) yang disokong PDI-P; Soenarjo – Ali Maschan M. (Salam) didukung oleh Golkar; Achmady – Suhartono (Achsan) yang didorong PKB; dan Soekarwo – Saifullah Y. (KarSa) didukung oleh Partai Demokrat, PAN, dan PKS.

Hari ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup saya, saya ikut terlibat dalam kegiatan politik. Memang tidak menjadi kader partai apapun, tapi saya sudah terlibat secara aktif-intransitif atau di belakang layar. Saya sudah tidak sabar lagi untuk segera menuju ke TPS tempat saya dan keluarga saya melakukan pemilihan. Setelah sarapan siomay sepiring, saya segera mencuci piring-piring yang menumpuk di dapur agar bisa segera menikmati momen 5 tahun sekali tersebut.

Setelah semua piring tercuci dan ditaruh di rak piring, saya segera mengambil handuk dan mandi. Bagaimana prosedur saya mandi, saya rasa tidak usah diceritakan di sini😛 . Yang jelas, saya masih mandi seperti layaknya manusia-manusia wajar lainnya, menggunakan sabun, shampo, sikat gigi, dan odol. Setelah semua selesai, saya menuju ke TPS, mencoblos, dan pulang. Karena tidak ada antrian, mulai masuk sampai keluar TPS saya hanya membutuhkan waktu 1 menit.

Pengalaman pertama biasanya identik dengan kejadian-kejadian yang menyenangkan, tapi tidak dengan saya. Pengalaman pertama ini diliputi perasaan prihatin. Hal itu karena Pilkada Jawa Timur ternyata diwarnai dengan adanya Black Campaign. Black Campaign (atau Negative Campaigning)adalah kampanye yang dilakukan oknum-oknum (biasanya suruhan lawan politik di pemilihan nanti) yang bertujuan menjatuhkan nama salah satu calon dengan menyebarkan berita dan selebaran yang tidak benar. Dalam pilkada kali ini, black campaign itu ditujukan kepada pasangan Khofifah – Mudjiono.

Gambar pasangan mantan menteri pemberdayaan perempuan pada kabinet Gus Dur dan mantan marinir itu diletakkan di sebuah brosur, tepat di bawah logo salib dan tulisan “Tuhan Yesus Memberkati”. Selain itu, di bagian kiri bawah ada logo Partai Damai Sejahtera yang ikut mendukung KaJi, dan di sampingnya ada tulisan “Roh Kudus Bersamamu, Pasti Menang…!”. Padahal, selama ini Khofifah identik dengan jilbab dan beliau selalu menghadiri berbagai pengajian. Beliau juga merupakan tokoh wanita terkemuka di NU, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ketika dikonfirmasi, PDS membantah telah membuat brosur itu.

Well, saya tidak akan berkomentar banyak dari kejadian ini. Saya hanya bisa menyimpulkan, bahwa itu dilakukan oleh lawan politiknya yang takut Khofifah memenangkan pilkada hari ini. Itu diketahui setelah penyebar brosur yang ditangkap di Tambak Osowilangun dan Sampang, mengaku sebagai orang suruhan salah satu calon. Ketakutan itu bisa dimaklumi. Sebab, pada saat debat antar calon di beberapa televisi swasta, Khofifah berhasil menjawab semua pertanyaan yang diajukan panelis dengan jawaban yang cerdas dan jelas step-by-step-nya. Calon lain? Hanya sebatas rencana, tidak berani memaparkan langkah-langkah yang akan diambilnya untuk melaksanakan rencana itu.

Saya heran, kenapa masih ada saja orang yang begitu hausnya dengan yang namanya kekuasaan. Padahal “cuman” setingkat gubernur provinsi, kenapa tidak sekalian saja ikut pilpres nanti? Kan kekuasaan yang didapat juga lebih besar?😕

BTW, saya tetap memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono, karena saya yakin dengan kemampuan dan komitmen beliau, bahwa beliau sanggup memimpin dan membuat Jawa Timur lebih baik. Saya bangga untuk tidak golput, karena saya sudah ikut menyumbang demi pembangunan Jawa Timur.:mrgreen:

About Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
This entry was posted in My Galleries, My Interest, My Thoughts and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

33 Responses to Pengalaman Pertama, Pilkada, dan Black Campaign

  1. itikkecil says:

    jangankan jadi gubernur…. jadi bupati juga orang pada berebut kok….

  2. Haduh, kalau kata orang-orang, yang membedakan demokrasi di Indonesia dengan di Amerika Serikat ya soal satu ini.😕 Nggak bisa sportif; ada aja caranya untuk menjatuhkan lawan dengan cara pengecut. <_< Padahal skalanya masih ngga begitu besar begini (rebutan duit?😛 ).

    Indon belum bisa demokrasi dengan bagus kalau mentalnya masih butut begini. Mari kembali ke zaman totalitarian.:mrgreen:

  3. t4rum4 says:

    walahh… di kota bandung juga tanggal 10 Agustus 2008 ini ada pemilihan walikota. sayangnya aq blon bisa milih. Dibawah umur. hahahaha..🙂

  4. Anang says:

    aku coblos semuwaaaaaa

  5. aRuL says:

    sampai akhir masa kampanye saya melihat aman2 aja nih pilkada, hampir bersyukur, namun ada hal2 seperti ini.
    Tapi bagi Kaji, itu merupakan bad news is a good news buktinya sampai diiklan segala di jawapos hari ini.

  6. det says:

    […]Hari ini, sekitar 2,9 juta masyarakat Jawa Timur[…]

    mas pandu, bukan 2,9 (dua koma sembilan) juta, tapi 29 (dua puluh sembilan) juta!!!

    prediksi mbah joyo tepat. karsa dan kaji urutan 1 dan 2

  7. dnial says:

    Saya golput.
    Ndak bisa pulang😛

  8. kucluk says:

    Liku-liku pilkada….

    *itu yang gak saia senangi.. beraninya maen belakang,..
    kalo berani 1 lawan 1 diadu diatas ring..

  9. Oops, ternyata banyak salah ketik. Maklum, ditulis langsung setelah nyoblos. Sekarang sudah diperbaiki, maaf atas ketidaknyamanannya…😛
    @ itikkecil
    Berebut boleh, tapi dengan Black Campaign? No, I’d rather not choose other candidate except the one who be the victim of the BC.😉
    @ Xaliber von Reginhild
    Mungkin mereka terinspirasi dari berbagai macam game RPG yang berhubungan dengan politik, seperti Suikoden, Fire Emblem, dan yang lainnya? Kan di game-game itu selalu ada penguasa yang haus kekuasaan dan melakukan berbagai macam cara untuk menghentikan sang protagonis.:mrgreen:

    Dan di Indonesia, dari dulu sampai sekarang, jabatan merupakan sesuatu yang rawan. Apalagi jabatan tinggi di pemerintahan.

    Dunia politik, memang asik nggak asik…😮
    *nyanyi lagunya Iwan Fals*
    @ t4rum4
    Semoga tidak ada kejadian semacam ini di Jawa Barat. Tunggu lima tahun lagi aja, sekalian memperkuat pemahaman tentang pemilu.😀
    @ Anang
    Ohoho… bagus itu…😆
    @ aRuL
    Saya juga menikmati masa-masa kampanye itu. Tapi setelah ditemukannya Black Campaign itu, saya jadi kehilangan kepercayaan dengan calon lainnya. Dan jadilah saya memilih Khofifah sebagai pemimpin Jawa Timur periode 2008-2013.
    @ det
    Sudah diedit.
    Terima kasih koreksinya…🙂
    @ dnial
    Itu… keputusan darurat, kan?
    @ kucluk
    [MC mode=”on”]
    Ayo… ayo…
    Sekarang ronde kedua akan dimulai. Calon A dengan berat sekian dan rekor sekian, melawan calon B dengan berat segini dan rekor segitu.😆
    [MC mode=”off”]

  10. ardianto says:

    Di Jawa Tengah kemarin gak ada Kampanye Hitam sih…
    Cuma sedihnya, angka golput 43%…

    Apa perlu ada kampanye hitam agar golput sedikit ya?😛

  11. Ah, kayaknya nggak perlu deh. Kalau ada kampanye hitam, justru suara yang masuk akan lebih sedikit, atau malah tetap (IMO). Yang sulit itu membujuk mereka yang golput itu supaya ikut memilih.🙂

  12. nInTend0 says:

    Waduh sayang aku ga bisa pulkam rek…

    Tapi emang calon-calon tuh aneh-aneh lo kampanyenya.

    ada juga dikampungku orang-orang pada dikasih uang masing2 gocap ma tim sukses calon yg bersangkutan, tapi syaratnya harus milih calon yg bersangkutan…

    PARAH BENERRRR….

  13. rei_psych● d' st★r。 says:

    wow..kayaknya kerren.

    hahahaa,,jadi pengen nyoblos juga

  14. ndop says:

    saya bela-belain pulang ke nganjuk *secara aku masih pingin berlama-lama di tulungagung*… buwat ncoblos doang… hehehe..

    setelah nconlos apakah saya puwas??

    ndak sama sekali…

    hehehe…

  15. rei_psych● d' st★r。 says:

    prasaan aku uda ngirim komen.
    kok ndak ada?

  16. rei_psych● d' st★r。 says:

    ooh..ternyata ada.

    bwahahahahahahahahaaa😆

  17. smasaski says:

    assslmkm wr wb…. untung masih dibawah umur nih….. jadi gak ikutan coblosan……hehehehhe
    mas pandu kapan ke smasa…..

  18. Mi_Chan says:

    Ah, kapan giliran ku mencoblos yaaa? *berangan2*

    Menusuk2 poto2 itu kek nya asik.

  19. c e l o says:

    saya nggak nyoblos… nyampe surabaya langsung tidur, siangnya main😛

  20. NdaruAlqaz says:

    wah, saya sangat tidak setuju itu dengan kampanye hitam, karena saya orang aliran putih… … … alias golput…. hehehehe

    saya golput bukan karena apa, tapi emang keadaan yang memaksa saya golput agar bisa isi ini perut…

  21. wahhhhh…. jadi pilih sapa nih….???
    terus yg menang sapa???

    kalo waktu pemilihan di medan, saya gak ikut…, soalnya gak ada kebagian apa2, gak disuruh cucuk/pilih wew… kayaknya ada sedikit permainan hmm….

  22. @ nInTend0
    Er… persuasi tingkat tinggi?😛
    @ rei_psych● d’ st★r。
    Ente masih kecil, tunggu sekitar 5 tahun lagi…
    @ ndop
    Ya silakan balik berlibur, kalau begitu.:mrgreen:
    *dihajar*
    @ smasaski
    Ke Smasa mungkin tanggal 1 Agustus, sambil ngambil buku kenangan.
    @ Mimi
    Lebih enak kalau nyoblosnya tepat di matanya. Rasanya puwas™.😈
    @ c e l o
    Lho, dari Surabaya, tho? Nggak tahu saya.😛
    *disambit*
    @ NdaruAlqaz
    Ya, urusan perut memang lebih penting, kok. Para anggota DPR aja lebih banyak yang mikir perut sendiri daripada perut rakyat.😛
    @ atrix lagi malas login
    Belum ada yang menang, ada pilkada putaran kedua…

  23. atrix_hui says:

    oh iya… w baru ingat… ternyata yg waktu itu bukan pilkada tapi pilgubsu aahahahahahahah

  24. oalah…
    pertama kalinya nyoblos tho😀

    saya malah ndak bisa, sekarang sedang kerja praktek di Bali😦

  25. Prabu Pandu Asakura:

    Mungkin mereka terinspirasi dari berbagai macam game RPG yang berhubungan dengan politik, seperti Suikoden, Fire Emblem, dan yang lainnya? Kan di game-game itu selalu ada penguasa yang haus kekuasaan dan melakukan berbagai macam cara untuk menghentikan sang protagonis.

    Kayaknya justru mereka sumber inspirasinya.:mrgreen: Saya baru tahu kalau Fire Emblem itu game politikan juga.😕

    Dunia politik, enakan dipelajari aja deh.😛

  26. dnx89 says:

    Hee…segitunya y? *komentar anak bau kencur.ha drg tau melu* o ya buat pemilu th dpn ato pilkada di mana aja, kalo mo golput jgn dibiarin kosong kertasnya..coblosin smua biar g sah..kl g tar djadiin sarana curang ma panitia loow.. ):*

  27. rei_psych● d' st★r。 says:

    What ?
    Lama bgt.
    Ugh..20 taon.

    Lho mas ndu sma mn sih?

  28. @ atrix_hui
    Tapi nggak ada kejadian semacam ini, kan? Syukurlah…
    @ ghaniarasyid™
    Iya, masih nyubi dalam bidang tusuk-menusuk.😛
    @ Xaliber von Reginhild
    Fire Emblem rasanya ada nuansa politiknya juga. Di GBA ada perebutan tahta Caelin antara Lyn dan Lundgern (Fire Emblem), dan mungkin penyerangan Grado atas Renais (Fire Emblem: The Sacred Stones) juga ada sedikit unsur politik. Tapi nggak tahu juga, sih. ^^a

    Dunia politik enaknya dimainin aja.
    *main chapter 8 Fire Emblem: The Sacred Stones*
    Sial, Ephraim mati.😈
    *reset emulator*
    @ dnx89
    Saya nggak akan golput.🙂
    @ rei_psych● d’ st★r。
    Saya dulu dari SMAN 1 Surabaya. Kopdarannya kapan? Lewat hape aja, ya…😀

  29. rei_psych● d' st★r。 says:

    Ha?
    Koparan?
    Pia jg ngjak.malah,ngjak nonton.
    Q pkir mas ndu nak sma3sby

  30. plain love says:

    abis muter-muter SBY… gyahahaha… makin rame aja mallnya…

  31. Pilih nomor 6, pasti cuocok deh untuk semua … PASTI !!!

  32. @ Rei
    Haiyah, kamu salah orang kalau begitu.😆
    @ plain love
    Lha, kok nggak ngajak kopdar bareng saya TPC?

    BTW, kok avatarnya ada dua versi?😐
    *pasang wajah lugu*
    @ Dhani Aristyawan
    Siapa calonnya? Saya? 8)

  33. Pingback: Mengapa Golput? « Pandu Gilas Anarkhi®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s